
JAKARTA — Penguatan industri IVD nasional menjadi salah satu perhatian penting dalam upaya mewujudkan kemandirian alat kesehatan di Indonesia. Hal tersebut menjadi salah satu fokus partisipasi PT Virtue Diagnostics Indonesia (VirtueDX) dalam Indo Healthcare Gakeslab Expo 2026 yang berlangsung pada 5–7 Agustus 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Tidak hanya memperkenalkan produk IVD produksi dalam negeri, VirtueDX juga mempertemukan pelaku industri dan pemerintah dalam agenda Industrial Symposium yang membahas peluang pasar, dukungan kebijakan, serta kesiapan industri dalam mengembangkan manufaktur IVD lokal di Indonesia.
Mengusung tema “Unlocking the Potential of Local IVD Manufacturing in Indonesia: Market Opportunity, Policy Support, and Industrial Readiness”, seminar tersebut menghadirkan perwakilan Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Perindustrian RI, dan Virtue Diagnostics untuk membahas arah pengembangan industri IVD nasional.
Virtue Diagnostics Hadirkan Produk IVD Lokal TKDN di Atas 40%

Berlokasi di Booth C1A023, VirtueDX menampilkan tiga instrumen IVD produksi dalam negeri dengan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40%.
Ketiga produk tersebut menunjukkan upaya VirtueDX dalam mengembangkan teknologi diagnostik laboratorium yang diproduksi di Indonesia sekaligus mendukung peningkatan penggunaan produk alat kesehatan dalam negeri.
Vercentra HA-30
Vercentra HA-30 merupakan Hematology Analyzer 3-part Differential dengan desain ringkas dan kapasitas hingga 60 tes per jam.
Instrumen ini memiliki nilai TKDN sebesar 44,79%, dan dirancang untuk mendukung kebutuhan pemeriksaan hematologi di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Vercentra CP-6
Vercentra CP-6 merupakan CLIA Analyzer berbasis cartridge-based reagent yang dirancang untuk memberikan kemudahan penggunaan dalam pemeriksaan imunologi.
CP-6 memiliki nilai TKDN sebesar 42,85%, menjadikannya bagian dari portofolio produk IVD lokal VirtueDX dengan kandungan tingkat komponen dalam negeri yang tinggi.
Vercentra CS-1500
Vercentra CS-1500 merupakan fully automated CLIA Analyzer yang menggunakan metode acridinium ester direct chemiluminescence dengan kapasitas hingga 120 tes per jam.
Kehadiran instrumen tersebut memperlihatkan kemampuan manufaktur IVD lokal dalam menghadirkan teknologi diagnostik dengan kapasitas dan performa yang sesuai dengan kebutuhan laboratorium modern.
Industrial Symposium Bahas Potensi Manufaktur IVD Lokal di Indonesia

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pada 7 Agustus 2026, VirtueDX menyelenggarakan Industrial Symposium yang secara khusus membahas peluang pengembangan manufaktur IVD lokal di Indonesia.
Tema yang diangkat, “Unlocking the Potential of Local IVD Manufacturing in Indonesia: Market Opportunity, Policy Support, and Industrial Readiness”, menyoroti tiga aspek penting dalam pengembangan industri IVD nasional: potensi pasar, dukungan kebijakan, dan kesiapan industri.
Pembahasan ini menjadi relevan di tengah kebutuhan Indonesia untuk memperkuat ekosistem produksi alat kesehatan dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.
Pemerintah dan Industri Bahas Arah Pengembangan IVD Nasional
Seminar tersebut menghadirkan pembicara dari berbagai pemangku kepentingan, antara lain:
- Johnson Zhang, Founder & Global CEO Virtue Diagnostics, yang membahas peluang dan tantangan dalam pengembangan manufaktur IVD lokal di Indonesia.
- Hendro Santoso, S.Kp, M.Kep, Sp.Kom, QRMA, Direktur Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, yang memaparkan strategi nasional dalam mendukung produk diagnostik in vitro dalam negeri serta penguatan ketahanan rantai pasok.
- Ir. Sopar Halomoan Sirait, M.Si., Direktur Industri Kimia Hilirisasi dan Farmasi, Kementerian Perindustrian RI, yang membahas kebijakan dan insentif untuk mendukung pengembangan industri alat kesehatan, khususnya sektor In Vitro Diagnostics (IVD).
Kehadiran perwakilan Kementerian Kesehatan RI dan Kementerian Perindustrian RI memberikan perspektif dari sisi kebijakan dan strategi nasional, sementara pelaku industri memberikan gambaran mengenai peluang serta tantangan yang dihadapi dalam membangun kapasitas manufaktur IVD di Indonesia.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan industri IVD lokal membutuhkan sinergi antara kebijakan pemerintah, kesiapan manufaktur, inovasi teknologi, dan kebutuhan pasar.
Market Opportunity, Policy Support, dan Industrial Readiness
Pengembangan manufaktur IVD lokal tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memproduksi instrumen dan reagen di dalam negeri. Ekosistem industri juga perlu didukung oleh pasar yang berkelanjutan, kebijakan yang mendorong penggunaan produk dalam negeri, serta kesiapan industri untuk memenuhi kebutuhan fasilitas pelayanan kesehatan.
Dari sisi pasar, kebutuhan terhadap layanan diagnostik terus menjadi bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan. Kondisi tersebut menciptakan peluang bagi industri dalam negeri untuk mengembangkan produk IVD yang mampu memenuhi kebutuhan laboratorium di berbagai tingkat pelayanan kesehatan.
Di sisi lain, policy support menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim industri yang mendukung investasi dan pengembangan produk lokal. Kebijakan pemerintah terkait alat kesehatan dalam negeri, peningkatan TKDN, serta penguatan rantai pasok menjadi bagian dari upaya membangun industri kesehatan yang lebih mandiri.
Sementara itu, industrial readiness menjadi tantangan yang perlu terus diperkuat, mulai dari kapasitas manufaktur, pengembangan teknologi, kualitas produk, sumber daya manusia, hingga kemampuan memenuhi kebutuhan pasar secara berkelanjutan.
Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam membuka potensi manufaktur IVD lokal di Indonesia.
Press Conference Virtue Diagnostics Soroti Pertumbuhan Industri IVD
Selain Industrial Symposium, VirtueDX juga menggelar Press Conference dengan tema “Virtue Diagnostics Indonesia Tetap Tumbuh di Tengah Tantangan Industri IVD Nasional”.

Sesi tersebut menghadirkan:
- Johnson Zhang, Founder & Global CEO Virtue Diagnostics
- dr. Kurniasari M.M., Associate Commercial Director Virtue Diagnostics Indonesia
Dalam sesi ini, VirtueDX membahas perkembangan perusahaan di Indonesia, dinamika industri IVD, serta strategi perusahaan dalam menghadapi tantangan pasar dan regulasi.
Press conference tersebut sekaligus menegaskan komitmen VirtueDX terhadap investasi dan pengembangan bisnis jangka panjang di Indonesia, termasuk dalam mendukung pertumbuhan ekosistem industri IVD nasional.
Memperkuat Kemandirian Industri IVD Indonesia
Partisipasi Virtue Diagnostics dalam Indo Healthcare Gakeslab Expo 2026 tidak hanya menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk IVD lokal, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan industri dan pemerintah dalam membahas masa depan manufaktur IVD di Indonesia.
Melalui pengembangan produk dengan nilai TKDN di atas 40%, investasi manufaktur, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, VirtueDX terus berupaya mengambil bagian dalam penguatan industri alat kesehatan dalam negeri.
Dengan semakin terbukanya peluang pasar, dukungan kebijakan pemerintah, dan peningkatan kesiapan industri, pengembangan manufaktur IVD lokal memiliki potensi untuk menjadi salah satu bagian penting dalam membangun ekosistem kesehatan Indonesia yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Virtue Diagnostics berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dan solusi diagnostik laboratorium yang aman, akurat, dan terjangkau, sekaligus mendukung penguatan kapasitas industri IVD nasional.
Dokumentasi video simposium:
Sesi 1 : Johnson Zhang, Founder & Global CEO Virtue Diagnostics